6 Scene “Horor” yang Hanya Dialami Penumpang Ojol. Bikin Hati Ketar-ketir Nggak Karuan

6 Scene “Horor” yang Hanya Dialami Penumpang Ojol

Transportasi online sudah menjadi keseharian. Kemudahan yang ditawarkan bikin tidak sedikit orang jadi ketergantungan. Tinggal pesan, konfirmasi, dijemput, dan diantar hingga tujuan. Super mudah ‘kan? Tapi menjadi penumpang transportasi online juga terdapat serba-serbinya sendiri lho. Mulai dari obrolan-obrolan absurd, driver yang gemar membujuk dengan nama-nama artis, dan bahkan hingga ada yang cinlok.

6 Scene “Horor” yang Hanya Dialami Penumpang Ojol
6 Scene “Horor” yang Hanya Dialami Penumpang Ojol

Di samping itu, Menurut Judibolawin menjadi penumpang ojol pun ada ‘horor’nya lho. Bukan horor soal hantu ataupun kisah-kisah mistis, tetapi asam-manisnya perasaan ketika naik transportasi online. Ada yang buat tersipu hingga malu, namun ada pun yang buat ketar-ketir gelisah tak karuan. Apa saja? Yuk seraya santai, baca hingga habis~

1. Abangnya dichat nggak dibalas, telepon nggak diangkat, posisi mapsnya juga nggak pindah. Padahal lagi buru-buru

Selayaknya setelah order transportasi online, anda akan konfirmasi dan janjian titik penjemputan dengan sang driver. Inilah horor kesatu. Terkadang driver bersikap misterius laksana gebetan. Dichat nggak diread, ditelepon nggak diangkat, posisinya di maps juga sama sekali nggak bergerak. Ini super horor karena anda seperti menjalani hubungan yang nggak tahu inginkan dibawa ke mana. Mau dicancel takut drivernya datang, dirindukan pun tidak terdapat kejelasan. Aduh, jadi galau~

2. Drivernya lewat jalan tikus bikin motong jalan namun malah kian jauh. Ini namanya perjalanan seram

Dengan menghindari kemacetan dan mencukur jalan, driver kadanginisiatif lewat jalan-jalan tikus. Cara ini terkadang sukses memotong masa-masa tempuh perjalanan. Tapi nggak jarang pula justeru harus memutar dan kian jauh. Ditambah lagi seringkali di jalan-jalan tikus tidak sedikit polisi tidur. Duh, mana lagi buru-buru ke kantor. Bayang-bayang gaji dicukur karena terlambat datang sudah hadir di pelupuk mata. Mungkin berikut perjalanan angker yang sesungguhnya.

3. Pesen ojol/takol, abangnya nggak datang-datang. Padahal udah malam, nunggunya sendirian

Meski sang driver telah konfirmasi guna menjemput, menantikan kedatangan sang driver pun cukup buat cemas. Apalagi bila hari telah malam, dan menantikan sendirian sebab satu persatu teman telah dijemput.

4. Begitu naik ke boncengan, drivernya bilang “Nanti tunjukin aja jalannya ya”, sebenarnya kamu pun nggak dapat baca peta

Meski masing-masing hari berjibaku di jalan raya, nggak semua driver “tahu jalan”. Apalagi bila dia tidak berasal dari wilayah yang sama. Juga, nggak semua driver online bisa menyimak peta, khususnya untuk driver-driver yang telah cukup sepuh. Bagi penumpang yang sama buta arah dan buta petanya, ini lumayan horor. Tapi nggak apa-apa, sekitar ada orang yang dapat ditanya. Karena malu bertanya tentu sesat di jalan~

5. Ngobrol memang menciptakan perjalanan tak berasa. Tapi bila soal politik kadang sulit juga, lagipula kalau pilihannya beda

Agar perjalanan tak terasa lama, ngobrol dengan sang driver bisa jadi pilihan. Namun topik obrolan pun paling menilai. Kalau melulu cerita-cerita tentang customer yang lucu, atau curhat colongan tentang cerita cinta sih memang seru. Tapi bila obrolan soal politik dapat jadi berat. Apalagi bila pilihannya berbeda. Di tahun politik laksana ini preferensi politik menjadi urusan yang lumayan sensitif. Duh, semoga nggak justeru berdebat sepanjang jalan ya~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *